Selasa, 06 Maret 2012

ABOUT WORKSHOP ABLETON AT GUNADARMA UNIVERSITY



oke.. pertama-tama saya akan menjelaskan apa itu ableton, Ableton adalah sebuah perusahaan dari Jerman, yang merupakan produsen software DAW (Digital Audio Workstation) Ableton Live. Perusahaan ini didirikan sejak tahun 1999 oleh Gerhard Behles dan Robert Henke dari Monolake beserta Bernd Roggendorf.

Ableton Live adalah software yang merupakan DAW dengan fitur interaktif yang sangat mendukung keperluan DJ atau Electronic music. Namun Live juga bisa digunakan untuk berbagai jenis musik lainnya. Hanya saja, fungsinya yang flexible, kreatif dan innovative, cocok untuk mereka yang senang berexperimen.

Kenunikan yang membuat software canggih ini berbeda dengan DAW lainnya adalah:
1. Proses kerja yang sangat INTERAKTIF

2. Fungsi penyesuaian TEMPO yang sangat effective, sehingga midi dan audio dapat segera dimainkan dengan SYNCRONISASI secara otomatis

3. INTEGRASI terbaik antara fungsi DAW - midi - engine suara

4. Tampilan yang EFEKTIF dan MODERN

5. Versi SUITE memiliki banyak instrument canggih dan musikal 


jadi secara singkatnya ableton adalah sebuah software yang di gunakan untung membuat sebuah digital music,

acara ini sungguh menarik, saya sangat berterima kasih kepada pihak panitia yang sudah menyelenggarakannya. dengan adanya workshop ini saya jadi sedikit tahu tentang apa itu digital music dan bagaimana cara membuatnya, bayangkan saja, hanya dengan bermodalkan LAPTOP , anda dapat membuat lalu merekam lagu yang anda ciptakan sendiri, dan tidak butuh dengan yang namanya studio.

sekali lagi terima kasih untung ableton live group dan juga para panitia yahh... :)

Read more »

Minggu, 04 Maret 2012

Kegiatan Penulisan Pada Perguruan Tinggi

Pertama-tama saya akan menjelaskan tentang tujuan penulisan yang saya lakukan ini yaitu untuk menyelesaikan tugas softskill yang telah diberikan oleh dosen. Mudah-mudahan apa yang di tuliskan di bawah ini dapat memuaskan hati beliau. Amin.. J

Kegiatan menulis merupakan bagian yang tak terpisah dalam seluruh proses belajar yang dialami mahasiswa selama menuntut ilmu di perguruan tinggi, karena diharapkan akan memiliki wawasan yang lebih luas dan mendalami mengenai topik yang ditulisnya. Beberapa keuntungan dari pelaksanaan penulisan:

1.Dengan menulis kita lebih mengenali kemampuan potensi diri dan mengetahui batas kemampuan tentang suatu topik.
2. Melalui menulis dapat mengembangkan berbagai gagasan melalui membandingkafakta – fakta yang tidak pernah dilakukan.
3. Kegiatan menulis dapat lebih banyak menyerap, mencari, serta menguasai informasi tentang topik yang akan ditulis.
4. Menulis berarti mengorganisasikan gagasan secara sistematik serta mengungkapkan secara tersurat, dengan demikian dapat menjelaskan permasalahan yang belum jelas.
5. Menulis akan dapat meninjau serta menilai gagasan secara objektif.
6. Dengan menulis akan mempermudah memecahkan permasalahan, yaitu menganalisis secara tersurat dalam konteks yang lebih konkret.
7. Dapat mendorong belajar secara aktif.
8. kegiatan menulis yang terencana akan membiasakan berpikir serta berbahasa secara tertib.

Tulisan yang baik mempunyai ciri: bermakna, jelas/lugas,merupakan kesatuan yang bulat,singkat dan padat serta memenuhi kaidah kebahasaan dan harus bersifat komunikatif. Untuk menghasilkan tulisan seperti diatas harus memiliki pengetahuan apa yanga akan ditulis juga bagaimana menuliskannya, isi karangan dan asfek –asfek kebahasaan serta tehnik penulisan.

2. Menulis Sebagi Proses
Kegiatan menulis ialah suatu proses penulisan dengan beberapa tahap yakni tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap revisi. Dalam penulisan karangan yang panjang seperti makalah penelitian, laporan akhir semester,tesis dsb tahap itu terpisah secara lebih jelas.

a. Tahap prapenulisan
Tahap ini merupakan tahap perencanaan atau persiapan menulis dan mencakup beberapa langkah kegiatan yaitu:
1. Menentukan topiknya. dengan pengamatan atau dari imajinasi sendiri ,karangan ilmiah harus mengenai fakta dan memilih topik perlu diperhatikan beberapa persaratan.
2. Membatasi topik berarti mempersempit dan memperkhusus lingkup pembicaraan
3. Menentukan bahan atau materi penukisan,macamnya,beberapa luasnya dan dari mana diperoleh.
4. Menyusun kerangka karangan
b. Tahap penulisan

Pada tahap ini membahas setiap butir topik yang ada di dalam kerangka yang disusun dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah diklasifikasikan menurut keperluan sendiri. Dalam mengembangkan gagasan menjadi suatau karangan yang utuh, diperlukan bahasa dan menguasai kata kata yang akan mendukung gagasan yang dipahami pembaca.dan berikut tahapan-tahapanya:
1. Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
2. Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
3. Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
4. Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
5. Tahap Penulisan
6. Tahap Penyuntingan

Hal penting dalam tahap penulisan:
1. Gaya penulisan dalam membuat pernyataan harus jelas dan tepat dalam penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan impersonal.
2. Teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan yang dipergunakan dalam penulisan
3. Penulisan juga harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
4. Karena bersifat reproduktif, penerima pesan harus mendapat kopi yang sama dengan si pemberi pesan.
5. Karena bersifat impersonal, tulisan ilmiah tidak boleh menggunakan pernyataan yang menggunakan kata ganti penulisnya.
6. Dalam tulisan ilmiah, sering digunakan kalimat pasif.
7. Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis argumentasi (sumber kutipan).
8. Teknik notasi ilmiah dapat menggunakan catatan kaki, tapi lebih disarankan menggunakan teknik kutipan dan umber rujukan.

C. Tahap Revisi
Pada tahap ini biasanya meneliti secara menyeluruh mengenai logika, sistematika, ejaan, tanda baca pilihan kata, kalimat, paragraf, mengetikan catatan kaki dan daftar pustaka.
PERENCANAAN KARANGAN
Langkah-langkah merencanakan karangan:

1. Memilih topik
Dalam memilih topik perlu dipertimbangkan beberapa hal yaitu:
(1) Topik itu ada manfaatnya dan layak dibahas.
(2) Topik itu menarik terutam bagi penulis
(3) Topik itu dikenal baik
(4) Bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai.
(5) Topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit

2. Pembatasan topik
Dalam hal ini dapat dipikirkan secara langsung suatu topik yang cukup terbatas untuk dibahas misalnya dengan membuat diagram jam atau pohon.

3. Topik dan judul
Yang dimaksud topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan karangan yang akan digarap, sedangkan judul adalah nama, title,atau semacam label untuk suatu karangan.pernyataan topik mungkin saja sama dengan judul, tetapi mungkin juga tidak. Dalam karangan formal atau karangan ilmiah judul karangan harus tepat menunjukan topiknya dengan mengingat beberapa persyaratan diantarnya:
(1) Harus sesuai dengan topik atau isi karangan berserta jangkaunnya.
(2) Judul sebaiknya dinyatakan dalm bentuk frase
(3) Judul karangan harus singkat
(4) Judul harus jelas dan tidak dinyatakan dalam kata kiasan atau tidak mengandung arti ganda
Contoh topik yang cukup terbatas: ”Kemungkinan pengurangan arus urbanisasi ke Jakarta”

4. Tujuan penulisan
Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran penulisan dalam kegiatan penulisan.Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara yaitu: dalam bentuk tesis dan bentuk pernyataan maksud.

Read more »

Selasa, 27 September 2011

Definisi Bahasa


PENGERTIAN BAHASA MENURUT PARA AHLI :
Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
menurut Owen dalam Stiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those symbols (bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan).
Tarigan (1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barang kali juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.
Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
Definisi lain, Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan (lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem. Pengertian tersebut dikemukakan oleh Mackey (1986:12)
Menurut Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
Hampir senada dengan pendapat Wibowo, Walija (1996:4), mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.
Pendapat lainnya tentang definisi bahasa diungkapkan oleh Syamsuddin (1986:2), beliau memberi dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.
Sementara Pengabean (1981:5), berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.
Pendapat terakhir dari makalah singkat tentang bahasa ini diutarakan oleh Soejono (1983:01), bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.

KATA-KATA DARI A – Z :
1.       A : ABU, AKU, ABANG, AMBON, ANGKLUNG, ASA, ANTING, AMERIKA, ANATOMI, ASIK, AMIS, ALASAN, AGAMA, APA, ABAD.
2.       B : BUKU, BATU, BEBEK, BURUNG, BANGAU, BISA, BUAS, BIAS, BASI, BENAR, BOHONG, BUAT, BESOK, BUDAK, BAKU, BANGKU.
3.       C : CAPUNG, CARA, CABANG, CINA, CACING, COCOK, CIUM, CERDAS, CERDIK, CACAT, CUMI-CUMI,CULIK, COLEK, CERIA, CUMA.
4.       D : DESA,DUDUK, DEWA, DASI, DAHAGA, DAUN, DAHAN, DAHI, DAHSYAT, DAHULU, DAKI, DAFTAR, DAKWA, DALIH, DADA,DADU.
5.       E : ELANG, EMAK, EMBUN, EMAS, EMBARGO, EMBAN, EDISI, EDAR, EGO, EMPEDU, ENTAR, ENYAH, ENCOK, ENGKONG, ENGSEL.
6.       F : FAHAM, FAJAR, FAKIR, FAKTOR, FAKULTAS, FALSAFAH, FANATIK, FATAL, FIKIR, FIRMAN, FITNAH, FITRA, FOLIO, FUSI.
7.       G : GABAH, GADUH, GABUNG, GAGAL, GAGANG, GAGAP, GAGASAN, GAGU, GAIB, GALI, GAIRAH, GAJI, GAJAH, GALAK, GOSONG.
8.       H : HAKIM, HALAL, HARUS, HALAMAN, HAMA, HAWA, HAMIL, HAMBAT, HAMP: A, HARPA, HAMPAR, HANYA, HARAP, HANTU.
9.       I : IKAN, IKAT, IKHLAS , IKLIM, IKRAR, ILMU, IKUT,  IBARAT, ISU, INDUSTRI, IMAN, IMAM, IMPOR, IMSAK.
10.   J : JAGA, JAKET, JALAK, JALIN, JUAL, JASA, JASAD, JAMUR, JUARA, JIN, JAMU, JANDA, JANGAN, JALAN, JALIN.
11.   K : KASUS, KADO, KAGET, KAFIR, KABAR, KABUPATEN, KAIT, KAISAR, KAJI, KALA, KAKEK, KAKI KAKAK, KAMU, KALENG.
12.   L: LABU, LAFAL, LAGI, LAGU, LAHAR, LAHIR, LAIN, LAJU, LAMPU, LUAS, LUAR, LILIN, LUCU, LAMBAT.
13.    M : MANUSIA, MONYET, MAKAN, MINUM, MUKA, MAKI, MUAK, MIMIK, MAKA, MERAH, MASA, MISKIN.
14.   N : NABI, NADA,  NADI, NAFAS, NAFKAH, NAFSU, NAIK, NAIF, NAJIS, NAMA, NAKAL, NOMER, NERAKA, NELAYAN.
15.   O : OBAT, OBJEK, OBENG, OBRAL, OLAH, OKTAF, OLEH, OLAH-RAGA, ONAR, ONGKOS, OPERASI, OPTIMIS, OTOT.
16.   P : PABRIK, PACAR, PACU, PACEKLIK, PACUL, PAKU, PADAM, PADANG, PADAT, PADI, PAGAR, PAGI, PAHA, PAHAM.
17.   Q : QATAR,
18.   R : RABA, RABI, RABU, REBUT, RADANG, RADIO, RUSAK, REOT, RUKO, RUSUK, RIAK, RAMBUTAN, RAKUS.
19.   S : SAAT, SABAR, SABIT, SAKIT, SAKSI, SALAH, SUARA, SAJAK, SALDO, SALIB, SAMPAH, SAMBUNG, SAMBIL, SALIN.
20.   T : TAKJUB, TAAT, TABAH, TABIAT, TADI, TAGIH, TIDAK, TAKUT, TAMPIL, TABUNG, TAMAT, TABUNG, TAMPUNG.
21.   U : UPAYA, USAHA, UTANG, USANG, UNTUK, USIK, USIA, UZUR, UTARA, UTAMA, URUT, URUS, URAT.
22.   V : VAS, VOKAL, VITAMIN, VULFGAR, VIRUS, VILA, VIA, VEGETATIF, VEGETARIAN, VISA, VERSI, VERIFIKASI.
23.   W : WADUK, WABAH, WADAH, WAKTU, WAKAF, WAKIL, WAFAT, WAHYU, WAJIB, WAWANCARA, WERENG.
24.   X : XENON, XILOFON, X-RAY,
25.   Y : YAHUDI, YAITU, YAKIN, YA , YANTI, YANTO, YEYEN.
26.   Z : ZAMAN, ZIONIS, ZAKAT, ZODIAK, ZEUS.
s
SSEKIAN -



                                                                                                                          
Read more »

Rabu, 03 Agustus 2011

Pengalaman Dalam Membuat SIM ( ORIGINAL )

inilah alasan mengapa masyarakat lebih byk menggunakan "CALO" dalam pembuatan sim.

ane buat nih thread berdasarkan pengalaman ane sendiri n keluarga ane gan jadi ga mungkin repost,

alasan yang akan ane ungkapkan berawal dari pas ane mau buat SIM (surat ijin mengemudi) untuk kendaraan sepeda motor di sebuah SATPAs daerah J***RTA tepatnya di daerah D**N Mogot tanpa perantara calo,

Secara umum berikut ini adalah prosedur umum yang harus dijalani seorang pembuat SIM :

1. Silahkan datang ke SATPAS masing-masing daerah anda dan jangan lupa siapkan foto copy KTP 4 lembar.
2. Ambil formulir pendaftaran sekaligus untuk cek kesehatan. Cek kesehatan ini hanya di suruh menyebutkan angka dari jarak 2-3 meter.


3. Setelah cek kesehatan lulus, silahkan anda mengambil formulir permohonan SIM yang berada di Bank BRI (daerah Jakarta) biaya untuk permohonan formulir ini sebesar Rp.75.000.
4. Proses selanjutnya adalah mengambil formulir asuransi dengan biaya Rp. 30.000.
5. Dari loket asuransi silahkan anda menuju loket 4 untuk mengambil formulir data diri. Biaya untuk loket 4 ini sebesar Rp. 10.000
6. Setelah data diri di isi, serahkan formulir tersebut ke loket 2. Tunggu sesaat di loket 2 sampai nama anda di panggil
7. Setelah di panggil di loket 2 selanjutnya anda menuju ruang 2 untuk tes ujian teori SIM. Untuk tes ujian terdiri dari 30 soal dengan waktu 15 menit.
8. Selesai tes ujian Teori SIM silahkan anda menuju loket 5 untuk menunggu hasil tes. Anda akan di nyatakan lulus jika dari soal 30 tersebut minimal betul 18 soal. Kalau betul kurang dari 18 maka anda harus mengulang kembali. Bila 2 kali tes teori ujian SIM anda masih gagal juga, maka anda mengulang di lain hari dengan jangka waktu 14 hari.
9. Jika anda di nyatakan lulus selanjutnya anda menuju lapangan untuk ujian praktek. Sebelum ujian praktek anda ambil formulir ujian praktek dengan harga Rp. 5.000 , setelah formulir di isi langsung di serahkan ke petugas lapangan ujian praktek. bila anda membuat SIM C anda akan di uji dengan naik sepeda motor dengan formasi zigzag, angka 8, lurus dengan jalan yang sempit.
10. Selesai ujian praktek silahkan menunggu di depan loket 11 untuk menunggu hasil ujian praktek. Jika lulus nama anda akan di panggil selanjutnya anda menuju loket 9.
11. Di loket 9 nama anda akan di panggil,dari loket 9 anda menuju loket 13-16 (silahkan pilih salah satu) untuk foto SIM.
12. Setelah selesai foto SIM, selanjutnya anda menuju loket 30 untuk menunggu SIM anda.
13. Selamat anda sudah mempunyai SIM



Nah alasan ane buat nih thread ada di antara point nomer 7 dan 8 gan, bayangin aja ane n bokap ane gagal terus di ujian teori padahal ane udah yakin banget sama jawabannya karna udah cari referensi di google gan, bukan cuma ane yg gagal, hampir seluruh peserta yg ikut ujian byk yg gagal, timbul kecurigaan ane pas ane denger bapak2 di samping ane ngomnong gini gan "udahh, isii ajah asal2an jawabannya, lgpula pasti gagal kok itu mah kalo ga di bantu org dalem" kurang lbh tuh bapak2 ngomong gitu gan, ya udah kalo begitu ane pasrah gan, sampai akhirnya ane n bokap ane cari calo juga untuk buat SIM, ga usah jauh2 nyari Calo kok di satpas sendiri banyak, cari aja oknum2 yg mencurigakan yg mejeng di depan kantor satpas,


Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi  membuat SIM. Usahakan semaksimal mungkin untuk tidak membuat SIM dengan jasa Calo. Kalau di hitung-hitung total biaya membuat SIM hanya Rp. 140.000 saja bandingkan dengan membuat SIM dengan memakai jasa Calo, bisa Rp.350.000 lebih. yaaa walau itu kadang mustahil sih untuk buat SIM sendiri.. hehe
Read more »

 
Powered by Blogger | Tested by Blogger Templates | Best Credit Cards